Home / Info Kesehatan / Kenali Tanda dan Ciri Virus Penyakit Rubella

Kenali Tanda dan Ciri Virus Penyakit Rubella

Ini Tanda dan Ciri Virus Penyakit Rubella

tanda dan ciri dampak virus rubella pada anak

Rubella, ya virus / penyakit jenis ini memang sudah di kenal di kalangan penduduk indonesia dengan sebutan capak jerman merupakan sebuah infeksi virus akut yang biasanya menyerang anak-anak dan orang dewasa muda. Kenali ciri-ciri mulai dari sekarang agar anda tidak merugi di kemudian hari.

Virus penyakit rubella ini sendiri memang menular dan dapat di tularkan antar manusia melalui percikan udara saat orang yang terinfeksi virus ini melakukan batuk atau bersin.

Penyakit Rubella pada umumnya mempengaruhi anak di usia antara 5 tahun hingga 9 tahun, namun meski begitu virus ini juga dapat menyerang orang dewasa.

Apa Gejala Infeksi Rubella?

Gejala yang di timbulkan oleh rubella seringkali sangat ringan sehingga sulit dikenali. Namun Gejala biasanya akan muncul antara dua atau tiga minggu setelah tertular. Masa ini disebut dengan masa inkubasi virus.

Setelah masa inkubasi, virus akan berkembang biak dan mulai menimbulkan gejala-gejala seperti :

  • Ruam merah muda atau merah yang dimulai di wajah dan kemudian menyebar ke bawah ke bagian tubuh lainnya
  • Demam ringan, biasanya di bawah 39 ° C
  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening
  • Hidung berair,tersumbat dan batuk seperti flu
  • sakit kepala
  • Nyeri persendian dan otot
  • Meradang atau mata merah
  • Mudah lelah dan tidak nafsu makan
  • Pada sebagian orang meski terinfeksi rubella tapi tidak mengalami gejala apapun, ini mungkin disebabkan karena kekebalan tubuh yang baik.

Rubella adalah penyakit yang ringan pada anak-anak dan juga dewasa, bahkan penyakit ini bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan. Infeksi ini bisa jadi bahaya jika menjangkiti wanita hamil. Tapi bahaya sebenarnya bukan pada ibu hamilnya tapi lebih ke bayi yang sedang di kandung.

Karena selain dapat menyebar melaui kontak langsung dan percikan udara, virus rubella juga rentan ditularkan dari ibu kepada bayi saat dalam kandungan. Ketika virus rubella menginfeksi janin, virus akan merusak sel dan jaringan sehingga pembentukan organ tubuh tidak sempurna. Hal ini yang dapat menyebabkan janin memiliki resiko cacat fisik maupun mental ini disebut dengan sindrom rubella kongenital. Janin dalam kandungan belum memiliki kekebalan tubuh yang matang dan juga masih dalam tahap perkembangan dan pembentukan organ tubuhnya.

Bahkan jika janin terinfeksi masih sangat dini, kehamilan bisa mengalami keguguran karena tubuh mendeteksi perkembangan yang tidak normal. Risiko rubella kongenital yang mempengaruhi bayi dan tingkat cacat lahir yang diakibatkannya akan tergantung pada seberapa dini kehamilan terinfeksi.

Semakin awal kehamilan, maka semakin besar juga risikonya:

  • Infeksi dalam 10 minggu pertama – risiko rubella kongenital mencapai 90% dan bayi cenderung memiliki banyak cacat lahir
  • Infeksi pada minggu ke 11 sampai 16 – risikonya turun menjadi sekitar 10 sampai 20% dan kemungkinan bayi yang terkena akan memiliki cacat lahir yang lebih sedikit.
  • Infeksi pada minggu ke 17 sampai 20 – risiko sangat jarang terjadi, dengan ketulian satu-satunya masalah yang dilaporkan.

Ada kalanya kecacatan mungkin tidak terdeteksi saat bayi lahir tapi akan berkembang seiring dengan perkembangan dan usianya.

Diagnosis Infeksi Rubella

Kebanyakan infeksi karena virus umumnya memiliki gejala yang hampir mirip, sehingga untuk menentukan jenis infeksinya harus melalui tes tertentu.

Untuk memastikan anda terinfeksi rubella atau tidak, biasanya dokter akan melakukan tes darah dan juga air liur untuk menguji keberadaan antibodi tertentu.

Antibodi adalah protein yang diproduksi tubuh Anda untuk menghancurkan organisme pembawa penyakit dan racun. Jika Anda memiliki rubella atau pernah memilikinya di masa lalu, air liur atau darah Anda akan memberi kesan positif untuk antibodi tertentu:

  • IgM antibodi  –  ini akan hadir jika Anda memiliki infeksi rubela baru
  • IgG Antibodi  –  ini akan ada jika Anda pernah mengalami infeksi rubella di masa lalu, atau Anda telah divaksinasi untuk melawannya

Jika kedua antibodi tersebut tidak terdeteksi, kemungkinan Anda tidak menderita rubella dan belum diimunisasi terhadapnya.

Diagnosis pada ibu hamil selain melakukan tes darah dan air lur, dokter juga akan menyarankan melakukan pemeriksaan ultrasound untuk melihat jika ada masalah pada janin dalam kandungan.


Bagaimana Mencegah Rubella ?

Bagi kebanyakan orang, vaksinasi adalah cara yang aman dan efektif untuk mencegah rubella. Vaksin rubella biasanya dikombinasikan dengan vaksin campak dan gondongan serta varicella, virus yang menyebabkan cacar air .

Vaksin ini biasanya diberikan kepada anak-anak berusia antara 12 dan 15 bulan. Sebuah suntikan booster akan dibutuhkan lagi ketika anak-anak berusia antara 4 dan 6 tahun. Karena vaksin mengandung virus dosis kecil, demam ringan dan ruam mungkin terjadi.

Jika Anda tidak tahu apakah Anda telah divaksinasi untuk campak Jerman atau belum, penting untuk menguji kekebalan tubuh Anda, terutama jika Anda:

  • Adalah wanita dalam usia subur dan tidak sedang hamil
  • Bekerja di fasilitas medis atau sekolah
  • Berencana untuk melakukan perjalanan ke negara yang tidak menawarkan imunisasi terhadap rubella

Vaksin rubella biasanya tidak berbahaya, tapi bisa menimbulkan reaksi merugikan pada beberapa orang. Sebaiknya tidak divaksinasi jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh lemah karena penyakit lain, sedang hamil, atau berencana untuk hamil dalam beberapa bulan ke depan.


Pengobatan Untuk Rubella

Tidak ada pengobatan khusus untuk rubella. Kondisinya biasanya ringan dan membaik tanpa perawatan dalam waktu 7 sampai 10 hari.

Meski begitu gejala rubella mungkin akan sangat mengganggu, sehingga pengobatan untuk gejalanya mungkin diperlukan.

Jika gejala rubella menyebabkan ketidaknyamanan bagi Anda atau anak Anda, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meringankan gejalanya.

  • Mengontrol demam dan menghilangkan rasa sakit

Jika perlu, parasetamol atau ibuprofen dapat digunakan untuk mengurangi suhu tinggi (demam) dan mengobati rasa sakit atau nyeri.

Paracetamol bayi cair bisa digunakan untuk anak kecil. Aspirin tidak boleh diberikan pada anak di bawah 16 tahun.

Bicaralah dengan apoteker Anda jika Anda tidak yakin obat mana yang sesuai untuk anak Anda.

  • Minum banyak cairan

Jika anak Anda memiliki suhu tinggi, pastikan mereka minum banyak cairan karena berisiko mengalami dehidrasi . Menjaga terhidrasi juga akan membantu mengurangi ketidaknyamanan akibat batuk.

  • Mengobati gejala seperti flu

Jika Anda memiliki gejala seperti saat sedang flu misalnya pilek, sakit tenggorokan atau batuk , ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk merasa lebih nyaman.

Anda bisa menghirup uap dari air panas yang diletakkan dalam mangkuk sambil menutupi kepala anda dengan handuk. Uap dari air panasnya dapat melegakan pernafasan.

Namun ini tidak disarankan untuk anak-anak, bisa diganti dengan memberi minuman hangat kepada anak, terutama yang mengandung lemon atau madu. Madu sebaiknya tidak diberikan pada bayi di bawah 12 bulan.

  • Menghindari penyebaran infeksi

Untuk menghindari penyebarang infeksi virus yang lebih meluas sebaiknya antarlah si korban yang bersangkutan yang terinfeksi rubella ke rumah sakit terdekat agar dapat mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kenali Tanda dan Ciri Virus Penyakit Rubella

Demikianlah artikel dan ringkasan mengenai penyakit rubella yang dapat anda jadikan sebagai referensi ilmu untuk membantu anda dalam mewaspadai timbulknya penyakit rubella di sekitar anda. Bagikan artikel ini kepada orang atau kerabat teman terdekat anda yang membutuhkan informasi ini.

About puspa

Check Also

Bahaya Menggunakan Ponsel saat di Toilet & Kamar Mandi

Informasi penyakit dan bahaya menggunakan ponsel saat di dalam toilet atau kamar mandi Anda pasti …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *